English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, May 03, 2012

Diet Boleh, Tapi Hati-hati .......

Assalamu'alaikum...

Mayasa©. 
Aku tambah gemuk yak..
Bajuku kekecilan semua neh...
Aduuuh, sekarang tambah berat aj neh kalo jalan...
Sering bukan kita dengar kata-kata seperti itu, mungkin dilontarkan oleh teman, pasangan, atau oleh saudara kita. Atau bahkan kita sendiri pernah mengucapkan kata-kata tersebut (=_=)

Yah memang kebanyakan orang sangat sensitif dengan perubahan tubuhnya, baik bentuk maupun ukurannya. Apalagi di jaman sekarang ini dimana teknologi berkembang sangat pesat sehingga kesempurnaan seolah-olah menjadi tuntutan kehidupan. Akhirnya diet ketat dan olah raga yang dilakukan secara berlebihan menjadi pilihan agar bentuk tubuh dapat ideal. Namun tahukah anda bahwa diet dan olah raga yang berlebihan dapat berakibat buruk bagi kesehatan???

Halah ngomong apaan sih (x_x)....
Back to the topic aj dech..
Tadi saya liat diacara TV mengenai penyakit Anoreksia dan Bulimia akut yang mengakibatkan penderitanya tuh meninggal. Pada awalnya si penderita biasanya hanya mencoba menurunkan berat badan atau ingin membentuk tubuh yang ideal, namun keinginan itu lama-kelamaan berubah menjadi sebuah obsesi dan di luar kendali.

Tragis bener yach (o_ _)o

Sebenarnya apasih Anoreksia dan Bulimia itu?
Berikut sekilas tentang ciri-ciri dan penyebab Anoreksia dan Bulimia Nervosa tersebut ...

Gangguan pola makan Anoreksia nervosa dan Bulimia nervosa banyak terjadi di kalangan remaja, terutama remaja putri. Adalah hal yang wajar bila remaja memerhatikan penampilan fisik mereka. Namun bila berlebihan maka bisa menjadi obsesif dan memengaruhi pola makan mereka.

Anoreksia Nervosa
Penderita Anoreksia memiliki ketakutan berlebihan terhadap kenaikan berat badan dan ketidaksempurnaan bentuk tubuh mereka. Akibatnya, mereka mengurangi porsi dan frekuensi makan mereka secara ekstrim.
Tanda-tanda seseorang yang terkena Anoreksia:
  1. Menjadi sangat kurus dan lemah/lesu karena kurang gizi
  2. Terobsesi dengan waktu makan, jumlah/porsi makanan, dan kontrol berat badan
  3. Menghindari makanan seperti susu, daging, nasi, gandum, dan lainnya yang dipandang dapat menaikkan berat badan
  4. Sangat sering mengukur berat badannya sendiri
  5. Merasa kegemukan meskipun sebenarnya tidak
  6. Melakukan olah raga secara berlebihan
  7. Menarik diri dari kegiatan sosial, terutama pesta dan pertemuan yang melibatkan makanan
  8. Mungkin terlihat depresi (pada beberapa kasus)
  9. Pada kondisi yang parah, wanita penderita Anoreksia bisa berhenti haid.
Bulimia Nervosa
Bulimia ditandai dengan kebiasaan makan banyak, lalu mencoba mengkompensasi secara ekstrim, seperti memaksakan diri muntah atau berolahraga dengan keras. Misalnya, penderita suka “berpesta pora” menyantap makanan kesukaannya, lalu besok paginya dia berangkat ke pusat kebugaran untuk berolahraga sampai lemas. Penderita Bulimia mungkin mengalami fluktuasi berat badan, tapi jarang sampai kurus seperti penderita Anoreksia. Mereka memiliki berat badan normal atau bahkan gemuk. Untuk dapat didiagnosis Bulimia, seseorang harus makan banyak dan “membersihkan dirinya” secara teratur, minimal dua kali seminggu selama beberapa bulan.
Tanda-tanda seseorang terkena Bulimia:
  1. Takut kegemukan
  2. Sangat senang dengan ukuran dan bentuk tubuh sendiri
  3. Membuat alasan untuk pergi ke kamar mandi setelah makan
  4. Mungkin hanya makan rendah kalori, berpuasa atau diet di luar saat “pesta pora”
  5. Berolah raga secara berlebihan
  6. Sering membeli obat pencahar atau diuretik
  7. Menarik diri dari kegiatan sosial, terutama pesta dan pertemuan yang melibatkan makanan
Gangguan pola makan adalah masalah klinis serius yang membutuhkan perawatan profesional. Dalam jangka panjang, Anoreksia nervosa dapat menyebabkan semua gangguan akibat kekurangan gizi. Bulimia nervosa paling sering dikaitkan dengan gangguan hidroeletrolitik yang timbul karena efek fisik dari muntah. Angka kematian akibat kedua penyakit itu tidak boleh diabaikan, sekitar 15%. Kematian terutama disebabkan oleh aritmia jantung, perdarahan gastrointestinal, dan bunuh diri (pada mereka yang juga mengalami depresi).

Pengobatan Anoreksia dan Bulimia terutama dilakukan dengan psikoterapi oleh psikiater, yang mungkin dibantu ahli endokrinologi atau dokter lain untuk mengontrol gangguan metabolisme yang terkait.

Salah satu artis yang meninggal karena Anoreksia adalah Isabelle Caro, model dan aktris asal Prancis. Isabelle Caro meninggal di usia 28 tahun karena penyakit Anoreksia yang dideritanya. Caro mengejutkan dunia mode di tahun 2007 ketika tampil untuk sebuah iklan kontroverial pencegahan Anoreksia di Italia dengan pose tanpa busana yang memamerkan tubuhnya yang tinggal tulang berbalut kulit.

Ternyata diet yang salah dapat merugikan diri sendiri bukan. Jadi pikirkan matang-matang sebelum anda memutuskan untuk melakukan diet. Sebetulnya yang penting adalah kesehatan dan seimbang antara berat badan dan tinggi badan.

Gimana, masih kepikiran untuk DIET???
Semoga mencerahkan.
Wassalamu'alaikum....

0 comments:

Post a Comment

Thank you for visiting this blog ...
Please leave at least a comment to improve the quality of this blog.
Thank you very much....