English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Saturday, May 19, 2012

Hakikat Membaca

Assalamu'alaikum...
pengertian membaca, membaca pemahaman
From Google
Mayasa©. Kemampuan berbahasa terbagi dalam empat aspek. Keempat aspek tersebut adalah kemampuan mendengar/ menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Setelah pada postingan yang lalu saya menguraikan tentang kemampuan bicara, maka kali ini saya ingin menguraikan sedikit mengenai kemampuan membaca.

Harapannya setelah kita (khususnya saya), kita mampu dan yang terpenting mau untuk mengoptimalkan kemampuan siswa dengan menggunakan berbagai metode pembelajaran maupun media pembelajaran. Sehingga dalam mengajar kita tidak sekedar menggugurkan kewajiban.
  1. Pengertian Membaca
  2. Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis (H.G. Tarigan, 1986:7).

    Suatu proses yang menuntut agar kelompok kata yang merupakan suatu kesatuan akan terlihat dalam suatu pandangan sekilas, dan agar makna kata-kata secara individual akan dapat diketahui. Kalau hal ini tidak terpenuhi, maka pesan yang tersurat dan yang tersirat tidak akan tertangkap atau dipahami, dan proses membaca itu tidak terlaksana dengan baik (Hodgson dalam Tarigan, 1986:7).
    Membaca merupakan kegiatan merespons lambang-lambang tertulis dengan menggunakan pengertian yang tepat (Ahmad S. Harjasujana dalam St.Y. Slamet, 2008:67).
    Hal tersebut berarti bahwa membaca memberikan respons terhadap segala ungkapan penulis sehingga mampu memahami materi bacaan dengan baik. Sumber yang lain juga mengungkapkan bahwa membaca merupakan perbuatan yang dilakukan berdasarkan kerja sama beberapa keterampilan, yakni mengamati, memahami, dan memikirkan (Jazir Burhan dalam St.Y. Slamet, 2008:67). Secara singkat dapat dikatakan bahwa "reading" adalah "bringing meaning to and getting meaning from printed or written material", memetik serta memahami arti atau makna yang terkandung di dalam bahan tertulis (Finochiaro and Bonomo dalam H.G. Tarigan, 1986:8).

    Kegiatan membaca merupakan penangkapan dan pemahaman ide, aktivitas pembaca yang diiringi curahan jiwa dalam menghayati naskah. Proses membaca diawali dari aktivitas yang bersifat mekanis yakni aktivitas indera mata bagi yang normal, alat peraba bagi yang tuna netra. Setelah proses tersebut berlangsung, maka nalar dan institusi yang bekerja, berupa proses pemahaman dan penghayatan. Selain itu aktivitas membaca juga mementingkan ketepatan dan kecepatan juga pola kompetensi atau kemampuan bahasa, kecerdasan tertentu dan referen kehidupan yang luas.

    Dari berbagai pengertian membaca di atas, dapat ditarik simpulan bahwa kegiatan membaca adalah memahami isi, ide atau gagasan baik yang tersurat maupun tersirat dalam bahan bacaan. Dengan demikian, pemahaman menjadi produk yang dapat diukur dalam kegiatan membaca, bukan perilaku fisik pada saat membaca. Hakikat atau esensi membaca adalah pemahaman (St.Y. Slamet, 2008:68).

  3. Tujuan Membaca
  4. Membaca hendaknya mempunyai tujuan, karena seseorang yang membaca dengan suatu tujuan, cenderung lebih memahami dibandingkan dengan orang yang tidak mempunyai tujuan (Farida Rahim, 2007:11). Tujuan utama dalam membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan (H.G. Tarigan, 1986:9).
    Tujuan membaca mencakup: (1) kesenangan, (2) menyempurnakan membaca nyaring, (3) menggunakan strategi tertentu, (4) memperbaharui pengetahuannya tentang suatu topik, (5) mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah diketahuinya, (6) memperoleh informasi untuk laporan lisan atau tertulis, (7) mengkonfirmasikan atau menolak prediksi, (8) menampilkan suatu eksperimen atau mengaplikasikan informasi yang diperoleh dari suatu teks dalam beberapa cara lain dan mempelajari tentang struktur teks, (9) menjawab pertanyaan-pertanyaan yang spesifik (Blanton, dkk dan Irwin dalam Burns dkk, dalam Farida Rahim, 2007: 11). Selain beberapa tujuan membaca yang telah disampaikan di atas, terdapat pula beberapa tujuan membaca lainnya yang erat kaitannya dengan makna, diantaranya:
    1. Membaca untuk memperoleh perincian-perincian atau fakta-fakta.
    2. Membaca untuk memperoleh ide-ide utama.
    3. Membaca untuk mengetahuai urutan atau susunan, organisasi cerita.
    4. Membaca untuk menyimpulkan.
    5. Membaca untuk mengelompokkan atau mengklasifikasikan.
    6. Membaca untuk menilai atau mengevaluasi.
    7. Membaca untuk memperbandingkan atau mempertentangkan.

  5. Aspek Membaca
  6. Membaca merupakan suatu ketrampilan yang kompleks yang melibatkan serangkaian ketrampilan yang lebih kecil lainnya. Secara garis besar terdapat dua aspek penting dalam membaca menurut H.G. Tarigan, yaitu:
    hakikat membaca, membaca pemahaman
    Dari Google
    1. Ketrampilan yang bersifat mekanis (mechanical skills) yang dapat dianggap berada pada urutan yang lebih rendah (lower order).
      Aspek ini mencakup: (a) pengenalan bentuk huruf, (b) pengenalan unsur-unsur linguistic (fonem/grafem, kata, frase, pola klause, kalimat, dan lain-lain), (c) pengenalan hubungan/korespondensi pola ejaan dan bunyi (kemampuan menyuarakan bahan tertulis atau “to bark at print”, (d) kecepatan membaca bertaraf lambat.
    2. Ketrampilan yang bersifat pemahaman (comprehension skills) yang dapat dianggap berada pada urutan yang lebih tinggi (higher order).
      Aspek ini mencakup: (a) memahami pengertian sederhana (leksikal, gramatikal, retorikal), (b) memahami signifikansi atau makna (a.l. maksud dan tujuan pengarang relevansi/keadaan kebudayaan, reaksi pembaca), (c) evaluasi atau penilaian (isi, bentuk), (d) kecepatan membaca yang fleksibel, yang mudah disesuaikan dengan keadaan (H.G. Tarigan, 1986:12).

  7. Jenis-jenis Membaca
  8. Terdapat beberapa jenis-jenis membaca seperti yang diklasifikasikan oleh Tarigan sebagai berikut:
    1. Membaca nyaring, membaca bersuara (reading aloud; oral reading)
    2. Membaca dalam hati (silent reading)
      1. Membaca ekstensif (extensive reading)
        Membaca ekstensif ini mencakup pula membaca survey (survey reading), membaca sekilas (skimming reading), dan membaca dangkal (superficial reading).
      2. Membaca intensif (intensive reading)
        1. Membaca telaah isi (content study reading), yang mencakup pula membaca teliti (close reading), membaca pemahaman (comprehensive reading), dan membaca kritis (critical reading), dan membaca ide (reading for ideas).
        2. Membaca telaah bahasa (language study reading), yang mencakup pula membaca bahasa asing (foreign language reading), dan membaca sastra (literary reading) (H.G Tarigan, 1986:12-13).
    Ternyata banyak bukan jenis-jenis membaca tersebut. Sehingga untuk mengembangkan berbagai kemampuan membaca tersebut kita/ guru harus mampu mengupayakan siswa agar tertarik dan bersemangat dalam mempelajari berbagai teknik membaca tersebut.
    Daftar Pustaka :
    1. Henry Guntur, Tarigan. 1986. Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
    2. St. Y. Slamet. 2008. Dasar-dasar Keterampilan Berbahasa Indonesia. Surakarta: UNS Press.
Selanjutnya, InsyaAlloh akan saya posting mengenai membaca pemahaman, jadi ditunggu ya.
Terimakasih, semoga bermanfaat.
Wassalamu'alaikum...

0 comments:

Post a Comment

Thank you for visiting this blog ...
Please leave at least a comment to improve the quality of this blog.
Thank you very much....