English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, August 06, 2012

Maksud dan Tujuan Kode Etik Guru

Assalamu'alaikum...

Mayasa©. Kode etik adalah sistem norma, nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Uraian tersebut merupakan pengertian dari kode etik. Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa adanya kode etik sangat penting dalam menjaga agar sikap dan tindakan para profesional tidak melenceng dari kode etik yang sudah disepakati. Dengan demikian maka para peofesional akan bertindak secara profesional dan bekerja dengan sebaik-baiknya demi kepentingan klien atau orang yang menggunakan jasa profesional tersebut.

KODE ETIK GURU INDONESIA
Guru Indonesia menyadari bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa, dan Negara serta pada kemanusiaan pada umumnya. Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia pada UUD 1945, turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita-cita proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, oleh kerena itu, Guru Indonesia terpangil untuk menunaikan karyanya dengan memedomani dasar-dasar sebagai berikut:
  1. Guru berbakti membimbing siswa seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan yang ber-Pancasila.
    1. Guru menghormati hak individu dan kepribadian masing-masing siswa.
    2. Guru berusaha mensukseskan pendidikan yang serasi (jasmaniyah dan rohaniyah) bagi siswanya.
    3. Guru harus menghayati dan mengamalkan pancasila.
    4. Guru dengan bersunguh-sunguh mengintensifkan Pendidikan Moral Pancasila bagi siswanya.
    5. Guru melatih dalam memecahkan masalah-masalah dan membina daya kreasi siswa agar kelak dapat menunjang masyarakat yang sedang membangun.
    6. Guru membantu sekolah didalam usaha menanamkan pengetahuan keterampilan kepada siswa.
  2. Guru memiliki kejujuran professional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.
    1. Guru menghargai dan memperhatikan perbedaan dan kebutuhan masing-masing siswa.
    2. Guru hendaknya luwes didalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.
    3. Guru memberi pelajaran di dalam dan di luar sekolah berdasarkan kurikulum tanpa membeda-bedakan Jenis dan posisi orang tua siswa.
  3. Guru mengadakan komunikasi, terutama dalam memperoleh informasi tentang siswa. Tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalah gunaan
    1. Komunikasi Guru dan siswa didalam dan diluar sekolah dilandaskan pada rasa kasih sayang
    2. Untuk berhasilnya pendidikan, maka Guru harus mengetahui kepribadian anak dan latar belakang keluarganya masing-masing.
    3. Komunikasi Guru ini hanya diadakan semata-mata untuk kepentingan pendidikan siswa.
  4. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid dengan sebaik-baiknya bagi kepentingan siswa.
    1. Guru menciptakan suasana kehidupan sekol;ah sehingga siswa betah berada dan belajar di sekolah.
    2. Guru menciptakan hubungan baik dengan orang tua murid sehingga dapat terjalin pertukaran informasi timbale balik untuk kepentingan anak didik
    3. Guru senantiasa menerima dengan lapang dada setiap kritik membangun yang disampaikan orang tua murid/ masyarakat terhadap kehidupan sekolahnya.
    4. Pertemuan dengan orang tua murid harus diadakan secara teratur
  5. Guru memelihara hubungan baik dengan masyarakat disekitar sekolahnya maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan
    1. Guru memperluas pengetahuan masyarakat mengenai profesi keguruan
    2. Guru turut menyebarkan program-progaram pendidikan dan lkebudayaan kepada masyarakat sekitarnya, sehingga sekolah tersebut turut berfubgsi sebagai pusat pembinaan dan pengembangan pendidikan dan kebudayaan ditempat itu
    3. Guru harus berperan agar dirinya dan sekolahnya dapat berfungsi sebagai unsur pembaru bagi kehidupan dan kemajuan daerahnya.
    4. Guru turut bersama-sama masyarakat sekitarnya didalam berbagai aktifitas
    5. Guru menusahakan terciptanya kerjasama yang sebaik-bainya antara sekolah, orang tua murid, dan masyarakat bagi kesempurnaan usaha pendidikan atas dasar kesadaran bahwa pendidikan merupakan tangung jawab nersama antara pemerintah, orang t5ua murid dan masyarakat.
  6. Guru secara sendiri-sendiri dan atau bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.
    1. Guru melanjutkan setudinya dengan :
      • Membaca buku-buku
      • Mengikuti loka karya, seminar, gterakan koperasi, dan pertemuan-pertemuan - pendidikan dan keilmuan lainnya
      • Mengikuti penataran
      • Mengadakan kegiatan-kegiatan penelitian
    2. Guru selalu bicara, bersikap dan bertindak sesuai dengan martabat profesinya,
  7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan kerja maupun didalam hubungan keseluruhan.
    1. Guru senantiasa saling bertukar informasi pendapat, saling menasehati dan bantu-membantu satu sama lainnya, baik dalam hubungan kepentingan pribadi maupun dalam menuaikan tugas profesinya
    2. Guru tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan nama baik rekan-rekan seprofesinya dan menunjang martabat guru baik secara keseluruhan maupun secara pribadi
  8. Guru secara bersama-sama memelihara, membina, dan meningkatkan organisasi guru professional sebagai sarana pengabdiannya.
    1. Guru menjadi anggota dan membantu organisasi Guru yang bermaksud membina profesi dan pendidikan pada umumnya
    2. Guru senantiasa berusaha bagi peningkatan persatuan diantara sesama pengabdi pendidikan
    3. Guru senantiasa berusaha agar menghindarkan diri dari sikap-sikap ucapan, dan tindakan yang merugikan organisasi
  9. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan
    1. Guru senantiasa tunduk terhadap kebijaksanaan dan ketentuan-ketentuan pemerintah dalam bidang pendidikan
    2. Guru melakukan tugas profesinya dengan disiplin dan rasa pengabdian
    3. Guru berusaha membantu menyebarkan kebijak sanaan dan program pemerintah dalam bidang pendidikan kepada orang tua murid dan masyarakat sekitarnya
    4. Guru berusaha menunjang terciptanya kepemimpinan pendidikan dilingkungan atau didaerahnya sebaik-baiknya.
TUJUAN KODE ETIK PROFESI
Adapun tujuan dari adanya kode etik profesi adalah :
  1. Agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau kliennya. Adanya kode etik akan mencegah perbuatan yang tidak profesional.
  2. Ketaatan tenaga profesional terhadap kode etik merupakan ketaatan naluriah yang telah bersatu dengan pikiran, jiwa dan perilaku tenaga profesional. Jadi ketaatan itu terbentuk dari masing-masing orang bukan karena paksaan. Dengan demikian tenaga profesional merasa bila dia melanggar kode etiknya sendiri maka profesinya akan rusak dan yang rugi adalah dia sendiri.
  3. Kode etik bukan merupakan kode yang kaku karena akibat perkembangan zaman maka kode etik mungkin menjadi usang atau sudah tidak sesuai dengan tuntutan zaman. Misalnya kode etik tentang euthanasia (mati atas kehendak sendiri), dahulu belum tercantum dalam kode etik kedokteran kini sudah dicantumkan.
  4. Kode etik disusun oleh organisasi profesi sehingga masing-masing profesi memiliki kode etik tersendiri. Misalnya kode etik dokter, guru, pustakawan, pengacara, Pelanggaran kde etik tidak diadili oleh pengadilan karena melanggar kode etik tidak selalu berarti melanggar hukum. Sebagai contoh untuk Ikatan Dokter Indonesia terdapat Kode Etik Kedokteran. Bila seorang dokter dianggap melanggar kode etik tersebut, maka dia akan diperiksa oleh Majelis Kode Etik Kedokteran Indonesia, bukannya oleh pengadilan.
Selain pendapat diatas, ada pendapat lain berkenaan dengan tujuan kode etik profesi, yaitu :
  1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.
  2. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
  3. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
  4. Untuk meningkatkan mutu profesi.
  5. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
  6. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
  7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
  8. Menentukan baku standarnya sendiri.
Sedangkan fungsi dari kode etik Profesi adalah :
  1. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan.
  2. Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.
  3. Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Etika profesi sangatlah dibutuhkan dlam berbagai bidang. 
Kode etik yang ada dalam masyarakat Indonesia cukup banyak dan bervariasi. Umumnya pemilik kode etik adalah organisasi kemasyarakatan yang bersifat nasional, misalnya Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), kode etik Ikatan Penasehat HUKUM Indonesia, Kode Etik Jurnalistik Indonesia, Kode Etik Advokasi Indonesia dan lain-lain. Ada sekitar tiga puluh organisasi kemasyarakatan yang telah memiliki kode etik.

Jika anda ingin mengetahui secara lengkap Kode Etik Guru Indonesia, Anda dapat mendownloadnya dengan lengkap disini.

Wassalamu 'alaikum...

Sumber :
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2009/04/15/kode-etik-guru-indonesia-kegi/
http://windy05.blogspot.com/2008/05/pengertian-kode-etik.html
http://etikaprofesidanprotokoler.blogspot.com/2008/03/tujuan-kode-etik-profesi.html

0 comments:

Post a Comment

Thank you for visiting this blog ...
Please leave at least a comment to improve the quality of this blog.
Thank you very much....