English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Friday, April 20, 2012

Media Pembelajaran Sedotan (Drinking Straws) dan Kantong Bilangan

Assalamu'alaikum...
Mayasa©. Seperti yang telah saya uraikan sebelumnya mengenai pentingnya media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu saya ingin melanjutkan pembahasan tersebut dengan menguraikan sebuah media yang cukup menarik dan murah tentunya. Media tersebut adalah media pembelajaran yang dibuat dengan memanfaatkan sedotan minuman dan kardus/ karton bekas sebagai kantong bilangan.

Jadi pada postingan ini saya ingin menguraikan mengenai media pembelajaran yang berupa sedotan dan kantong bilangan. Media pembelajaran ini digunakan dalam penelitian yang dilakukan oleh Dwi Yuniarto pada mapel Matematika Kelas IV Di SD Negeri 1 Kandangan Kabupaten Grobogan. Dan hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan, dimana pada prasiklus prosentase ketuntasan adalah 40% menjadi 88,89% pada siklus ketiga yang dilakukan dalam 6 pertemuan.

Nah, apa dan bagaimana media pembelajaran sedotan (Drinking Straws) dan kantong bilangan tersebut, mari kita simak.
Media pembelajaran menurut Gagne dan Briggs (Azhar Arsyad 2002:4) adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Pembelajaran yang banyak verbalisme tentu akan cepat membosankan, sebaliknya pelajaran yang menggunakan media pembelajaran lebih menarik dan memberikan suasana gembira karena siswa tertarik dan mudah memahami materi pembelajaran.
Untuk memahami media pembelajaran Sedotan (Drinking Straws) dan Kantong Bilangan, dapat dijabarkan sebagai berikut :
  1. Pengertian.
  2. Media pembelajaran Sedotan (Drinking Straws) dan Kantong Bilangan merupakan suatu alat sederhana yang ditujukan untuk mempermudah siswa dalam memahami materi operasi hitung dalam matematika. Media ini berbentuk segi empat dengan empat kotak yang menempel atau disebut dengan kantong bilangan. Kantong bilangan tersebut berfungsi sebagai penentu nilai suatu bilangan, yaitu satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan. Dengan adanya pengelompokan nilai suatu bilangan, maka akan memudahkan siswa untuk melakukan operasi hitung baik penjumlahan maupun pengurangan. Sedotan pada media ini digunakan sebagai penentu jumlah suatu bilangan. Apabila satu sedotan diletakkan pada kantong yang bernilai tempat ribuan, maka nilai satu sedotan tersebut adalah seribu. Begitu juga bila sedotan tersebut diletakkan pada kantong nilai tempat ratusan maka satu sedotan tersebut bernilai seratus dan seterusnya.

  3. Desain.
  4. Media pembelajaran Sedotan (Drinking Straws) dan Kantong Bilangan dibuat berbentuk kotak dengan empat kantong yang menempel dibagian tengah kotak utama. Sedangkan sedotan sendiri digunakan sebagai pengisi kantong-kantong yang tersedia sebagai indikator jumlah bilangan yang akan dihitung. Adapun desain media pembelajaran Sedotan (Drinking Straws) dan Kantong Bilangan dapat digambarkan sebagai berikut :
    Media Pembelajaran Sedotan (Drinking Straws) dan Kantong Bilangan
  5. Bahan dan alat yang digunakan.
  6. Bahan dan alat yang digunakan dalam mendesain media pembelajaran Sedotan (Drinking Straws) dan Kantong Bilangan adalah benda-benda yang mudah kita temui di lingkungan kita yaitu :
    1. 1 buah kardus bekas.
    2. 4 buah botol air mineral kosong ukuran gelas.
    3. Kertas warna-warni.
    4. Sedotan 4 warna secukupnya.
    5. Spidol.
    6. Gunting
    7. Lem kertas dan lem plastik.

  7. Cara membuat.
  8. Cara membuat media pembelajaran Sedotan (Drinking Straws) dan Kantong Bilangan sanghatlah sederhana dan mudah. Adapun langkah-langkahnya yaitu :
    1. Siapkan bahan-bahan yang diperlukan seperti kardus bekas, botol air mineral ukuran gelas, kertas warna-warni, sedotan warna, spidol, gunting, lem kertas dan lem plastik.
    2. Potong kardus dengan ukuran sesuai yang diinginkan untuk digunakan sebagai tempat menempelkan 4 buah botol plastik air mineral.
    3. Lapisi kardus dengan kertas warna agar terlihat menarik.
    4. Tempelkan 4 buah botol plastik air mineral ukuran gelas dengan menggunakan lem khusus untuk bahan plastik.
    5. Gunakan spidol untuk memberi tulisan sebagai pelengkap desain media pembelajaran Sedotan (Drinking Straws) dan Kantong Bilangan.

  9. Prosedur penggunaan dalam pembelajaran.
    Penggunaan media pembelajaran Sedotan (Drinking Straws) dan Kantong Bilangan sangatlah mudah, yaitu hanya dengan memasukkan sedotan sesuai dengan nilai angka yang akan kita hitung kemudian masukkan atau ambil sedotan lagi sesuai dengan nilai angka yang digunakan sebagai angka penambah, pengurang, pengali ataupun pembaginya. Agar lebih jelas lagi, berikut prosedur penggunaan media pembelajaran Sedotan (Drinking Straws) dan Kantong Bilangan dalam pembelajaran:
    1. Persiapkan sedotan dan kantong bilangan yang akan digunakan untuk melakukan operasi hitung.
    2. Letakkan sedotan sesuai dengan nilai tempatnya, misalnya 1312 berarti 2 sedotan berada pada kantong satuan, 4 sedotan berada pada kantong puluhan, 3 sedotan berada pada kantong ratusan, dan 1 sedotan berada pada kantong ribuan.
    3. Lakukan operasi hitung (penjumlahan, pengurangan, perkalian ataupun pembagian) dengan menambahkan sedotan ataupun mengurangi sedotan yang ada dalam kantong sesuai dengan angka penjumlah atau pengurangnya.
    4. Sedotan yang masih ada dalam kantong merupakan hasil operasi hitung yang dilakukan.
    5. Hitung jumlah sedotan yang masih ada dalam kantong bilangan sesuai dengan nilai tempatnya.
    6. Jika dalam satu kantong terdapat lebih dari sepuluh sedotan, maka ambil sepuluh sedotan pada kantong tersebut, kemudian tambahkan satu sedotan pada kantong nilai yang bernilai tempat lebih besar yang ada di sampingnya.

    Contoh penerapan media Sedotan (Drinking Straws) dan Kantong Bilaingan dalam menyelesaikan soal penjumlahan : Soal : 1342 + 245 = …
    Maka langkah yang dilakukan yaitu :
    1. Letakkan sedotan sesuai dengan nilai tempatnya, yaitu 1 sedotan pada kantong ribuan, 3 sedotan pada kantong ratusan, 4 sedotan pada kantong puluhan, dan 2 sedotan pada kantong satuan.
    2. Tambahkan sedotan pada kantong berdasarkan nilai tempatnya, yaitu 2 sedotan pada kantong ratusan, 4 sedotan pada kantong puluhan, dan 5 sedotan pada kantong satuan.
    3. Hitung sedotan yang ada pada masing-masing kantong.
    4. Tulis hasil penghitungan sedotan ke dalam lembar jawab.

  10. Kelebihan dan Kekurangan Media Sedotan (Drinking Straws) dan Kantong Bilangan.
    1. Kelebihan
      • Membantu guru untuk menyampaikan materi pembelajaran dengan lebih menarik.
      • Membantu guru untuk bisa menyampaikan suatu konsep pembelajaran yang abstrak menjadi sebuah situasi yang nyata.
      • Memantapkan pengetahuan siswa dalam memahami nilai tempat suatu bilangan.
      • Membantu siswa untuk menyelesaikan masalah operasi hitung dengan cara yang sistematis.
    2. Kelemahan :
    3. Kelemahan media pembelajaran Sedotan (Drinking Straws) dan Kantong Bilangan yaitu Tidak bisa digunakan dalam pembelajaran operasi hitung yang melibatkan bilangan negatif maupun desimal. 
Murah dan mudah bukan bahan yang digunakan untuk media tersebut?
Namun jangan salah, sebab media sedotan dan kantong bilangan tersebut telah digunakan oleh Dwi Yuniarto dan terbukti hasil belajar siswa meningkat secara cukup signifikan.
Kesimpulannya adalah bukan harga/ bahan yang menentukan manfaat suatu media, namun yang pasti ketepatan dan keoptimalan media tersebut dalam membantu siswa memahami materi yang dipelajarilah yang menentukan hasil belajar siswa.

Jadi marilah kita berusaha agar tidak terpaku pada media IT saja, namun berusaha untuk menggunakan berbagai media yang ada untuk menunjang proses belajar mengajar.
Dan akan lebih baik jika kita mampu membuat media pembelajaran tersebut.
So, ungkapan "TIDAK ADA ROTAN AKARPUN JADI" sudah saatnya direalisasikan..

Semoga bermanfaat.
Wasalamu'alaikum...

Daftar pustaka :
  1. Anitah, Sri. 2008. Media Pemelajaran Modul PLPG. Surakarta : Panitia Sertifikasi Guru Rayon 13 Surakarta.
  2. Arsyad, Azhar. 2003. Media Pembelajaran. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
  3. Rahardi, Aristo. 2003. Media Pembelajaran. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional. 

0 comments:

Post a Comment

Thank you for visiting this blog ...
Please leave at least a comment to improve the quality of this blog.
Thank you very much....