English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, June 05, 2013

[Kisah Motivasi] KISAH SEORANG TUKANG KAYU

Assalamu'alaikum . . . .

Mayasa©. Seperti biasa kali ini saya ingin berbagi sebuah kisah yang sangat bagus, dimana kita akan mendapat nasehat yang luarbiasa dan semoga akan bermanfaat bagi kita semua.
Langsung saja kita simak kisah berikut ini . . .

Seiring dengan berjalannya waktu,
kisah tukang kayu, kisah motivasi, do your best
Carpenter
seorang tukang kayu yang sangat trampil menjadi tua dan bersiap-siap untuk bersitirahat, berhenti dari pekerjaannya. Dia memberitahukan kepada majikannya mengenai rencananya untuk pensiun, meninggalkan pekerjaannya dan hidup santai bersama keluarganya. Dia sadar bahwa dia tidak akan menerima bayaran lagi, tetapi dia merasa bahwa dia lebih membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Majikannya sedih melihat tukangnya yang terbaik akan pergi meninggalkannya, sehingga majikan tersebut meminta agar si tukang kayu membangun satu rumah lagi yang terakhir sebagai permintaan pribadi. Si tukang kayu setuju dengan permintaan majikannya, akan tetapi dia memastikan bahwa ini akan menjadi proyek terakhirnya.

Karena dalam keadaan yang sangat menginginkan pensiun, si tukang kayu tidak terlalu memperhatikan pembangunan rumah tersebut. Perhatian dan hatinya tidak berkonsentrasi pada pekerjaannya. Dia menggunakan tenaga kerja yang buruk dan bahan bangunan yang rendah mutunya. Hal itu sungguh sesatu yang sangat disayangkan untuk mengakhiri karirnya sebagai tukang kayu.

Ketika pekerjaan tersebut selesai, si tukang kayu memanggil majikannya dan menunjukkan rumah itu kepadanya. Sang majikan menyerahkan kepadanya surat-surat dan kunci pintu depan kepada si tukang kayu dan berkata, “Ini adalah rumahmu, hadiah dariku untukmu.”

Si tukang kayu sangat terkejut! Sungguh sayang, seandainya dia tahu bahwa rumah yang tengah dibangunnya waktu itu adalah rumahnya sendiri dia pasti akan membuatnya lebih baik dari seluruh rumah yang pernah dibangunnya!

Teman-teman, keadaan kita pun tidak berbeda dengan si tukang kayu. Allah telah memberikan kita kehidupan di muka bumi ini dan memberikan kita kesempatan untuk membangun sebuah rumah kelak di Surga, dengan mentaati segala perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Sekaranglah saatnya bagi kita untuk memilih, sebaik apa kita menginginkan rumah kita di akhirat kelak, tempat tinggal kita yang abadi? Rumah di Surga ataukah rumah di Neraka? Amalan kita di dunia saat inilah yang menentukannya...

Wassalamu'alaikum . . . .
Sumber: berrysantoso.abatasa.co.id dengan beberapa perubahan.

0 comments:

Post a Comment

Thank you for visiting this blog ...
Please leave at least a comment to improve the quality of this blog.
Thank you very much....