English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, February 15, 2012

Ragam Bahasa Indonesia

Assalamu'alaikum...
Mayasa©. Materi ini merupakan bahan kuliah yang pernah diberikan dosen kepada kami. Saat saya sedang mengatur file-file di komputer, tidak sengaja menemukan materi ini. Yah, daripada hilang dan tidak berguna, bukankan lebih baik saya posting disini. 

Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional bangsa kita. Bahasa Indonesia sendiri telah dikrarkan sebagai bahasa pemersatu rakyat indonesia sejak peristiwa sumpah pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Namun yang terjadi saat ini adalah penggunaan bahasa gaul yang justru merusak/ keluar dari pakem bahasa Indonesia yang telah diatur. Pun demikian dengan bahasa tulis, saat ini lebih umum menggunakan bahasa sms dalam tatacara penulisan kita karena anggapan penggunaan bahasa Indonesia dengan benar hanya berlaku di instansi-instansi tertentu. Oleh karena itu, saya posting artikel ini untuk menyegarkan kembali ingatan kita tentang ragam bahasa Indonesia.
1.    Ragam lisan dan ragam tulis
Bahasa Indonesia ragam lisan sangat berbeda dengan dengan Bahasa Indonesia ragam tulis. Ada pendapat yang mengatakan bahwa ragam tulis adalah pengalihan ragam lisan ke dalam ragam tulis (huruf). Pendapat ini tidak dapat dibenarkan seratus persen sebab tidak semua ragam lisan dapat dituliskan. Sebaliknya tidak semua ragam tulis dapat dilisankan. Kaidah yang berlaku bagi ragam lisan belum tentu berlaku bagi ragam tulis.
Perbedaan kedua ragam ini adalah sebagai berikut
  1. Ragam lisan menghendaki adanya orang kedua, teman berbicara di depan pembicara, sedangkan ragam tulis tidak.
  2. Ragam lisan sangat terikat pada kondisi, situasi, ruang dan waktu, sedangkan ragam tulis tidak
  3. Ragam lisan dipengaruhi oleh tinggi rendah dan panjang pendeknya suara, sedangkan ragam tulis dilengkapi dengan tanda baca, huruf besar, huruf miring.
Berikut ini adalah perbandingan wujud bahasa Indonesia ragam lisan dan ragam tulis.
a.    Ragam lisan
  • Saya sudah kasih tahu mereka tentang hal itu.
  • Kakak lagi bikin denah buat pameran entar.
b.    Ragam tulis
  • Saya sudah memberi tahu mereka tentang hal itu.
  • Kakak sedang membuat denah untuk pameran nanti.

2.    Ragam baku dan tidak baku
Ragam baku adalah ragam yang dilembagakan dan diakui oleh sebagian besar warga masyarakat pemakainya sebagai bahasa resmi dan sebagai kerangka rujukan norma bahasa dan penggunaannya.
Ragam tidak baku adalah ragam yang tidak dilembagakan dan ditandai oleh ciri-ciri yang menyimpang dari norma ragam baku.
Ragam baku itu mempunyai sifat-sifat sebagai berikut.
a.    Kemantapan dinamis
Mantap artinya sesuai dengan kaidah bahasa. Kalau kata rasa dibubuhi awal pe-, akan terbentuk kata perasa. Pe- + raba menjadi peraba. Pe- + rajin menjadi perajin, bukan pengrajin.

Dinamis artinya tidak statis, tidak kaku. Bahasa baku tidak menghendaki adanya bentuk mati. Kata langganan mempunyai makna ganda, yaitu orang yang berlangganan dan toko tempat berlangganan. Dalam hal ini, tokonya disebut langganan dan orang yang berlangganan itu disebut pelanggan.

b.    Cendekia
Ragam baku bersifat cendekia karena ragam baku dipakai di tempat-tempat resmi. Pewujud ragam baku ini adalah orang-orang yang terpelajar. Hal ini dimungkinkan oleh pembinaan dan pengembangan bahasa lebih banyak melalui jalur pendidikan formal.

c.    Seragam
Pada hakikatnya, proses pembakuan bahasa ialah proses penyeragaman bahasa. Pelayan kapal terbang dianjurkan untuk memakai istilah pramugara dan pramugari. Andaikata ada yang mengusulkan bahwa pelayan kapal terbang disebut steward atau stewardes dan penyerapan itu seragam, kata itu menjadi ragam baku. Akan tetapi, kata steward dan stewardes sampai saat ini tidak disepakati untuk dipakai, sehingga yang timbul dalam masyarakat ialah pramugara dan pramugari.

3.    Ragam baku tulis dan ragam baku lisan
Ragam baku tulis adalah ragam yang dipakai dengan resmi dalam buku-buku pelajaran atau buku-buku ilmiah lainnya. Pemerintah sekarang mendahulukan ragam baku tulis secara nasional. Usaha itu dilakukan dengan menerbitkan dan menertibkan masalah ejaan Bahasa Indonesia, yaitu menerbitkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Selain itu, pengadaan kamus merupakan pula usaha ke arah itu, demikian pula pengadaan Pedoman Umum Pembentukan Istilah.

Bagaimana dengan ragam baku lisan?
Ukuran dan nilai ragam baku lisan ini tergantung pada besar atau kecilnya ragam daerah yang terdengar dalam ucapannya. Seseorang dikatakan berbahasa yang baku jika dalam pembicaraannya tidak terlalu menonjol pengaruh logat atau dialek daerahnya.

4.    Ragam sosial dan ragam fungsional
Baik ragam lisan dan ragam tulis bahasa Indonesia ditandai pula oleh adanya ragam sosial, yaitu ragam bahasa yang sebagian norma dan kaidahnya didasarkan atas kesepakatan bersama dalam lingkungan sosial yang lebih kecil dalam masyarakat. Ragam bahasa yang digunakan dalam keluarga atau persahabatan dua orang yang akrab dapat merupakan ragam sosial tersendiri. Selain itu, ragam sosial tidak jarang dihubungkan dengan tinggi atau rendahnya status kemasyarakatan lingkungan sosial yang bersangkutan. Dalam hal ini, ragam baku nasional dapat pula berfungsi sebagai ragam sosial yang tinggi, sedangkan ragam baku daerah atau ragam sosial yang lain merupakan ragam sosial dengan nilai kemasyarakatan yang rendah.

Ragam fungsional, yang kadang-kadang juga disebut ragam profesional, adalah ragam bahasa yang dikaitkan dengan profesi, lembaga, lingkungan kerja, atau kegiatan tertentu lainnya. Ragam fungsional juga dikaitkan dengan keresmian keadaan penggunaannya. Dalam kenyataan, ragam fungsional menjelma sebagai bahasa negara dan bahasa teknis keprofesian, seperti bahasa dalam lingkungan kependidikan, angkatan bersenjata, keolahragaan, kehakiman, keilmuan dan lain-lain.

Demikianlah pembahasan tentang ragam bahasa Indonesia, semoga bermanfaat.
Dan marilah kita biasakan untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar sehingga kesalahan dalam berbahasa dapat dihindari..
Wassalamu'alaikum....
Source: Catatan kuliah

0 comments:

Post a Comment

Thank you for visiting this blog ...
Please leave at least a comment to improve the quality of this blog.
Thank you very much....