This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, April 03, 2013

Pendekatan dan Prinsip Penilaian

Assalamu'alaikum....
Mayasa©. Menyambung pembahasan mengenai penilaian kemarin, kali ini akan saya tambahkan sedikit mengenai pendekatan dan prinsip dalam melaksanakan penilaian.
Dalam melaksanakan penilaian, kita tidak boleh asal-asalan (ngawur: jawa) tentunya agar hasil penilaian tersebut valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Proses Penilaian
Adapun pembahasan mengenai pendekatan dan prinsip penilaian tersebut adalah sebagai berikut.....

A. Pendekatan penilaian :
  1. Menggunakan berbagai teknik
  2. Menekankan hasil (outcomes), dengan memperhatikan input dan proses
  3. Melihat dari perspektif taksonomi tujuan pendidikan, menilai perkembangan kognitif, afektif dan psikomotor sesuai karakteristik mata pelajaran
  4. Menerapkan standar kompetensi lulusan (exit outcomes)
  5. Menerapkan system penilaian acuan criteria (criterion-referenced assessment) dan standar pencapaian (performance standard) yang konsisten.
  6. Menerapkan penilaian otentik untuk menjamin pencapaian kompetensi
B. Prinsip :
  1. Penilaian merupakan bagian tak terpisahkan dari proses pembelajaran
  2. Mencerminkan masalah dunia nyata
  3. Menggunakan berbagai ukuran, metode, teknik dan kriteria sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar
  4. Bersifat holistic, mencakup semua aspek dari tujuan pembelajaran 
Jadi penilaian tidak hanya dapat dilaksanakan secara tertulis saja, namun ada banyak tekhnik yang dapat dipilih dalam melaksanakan penilian.
Penilian yang baik adalah yang mampu menilai seluruh aspek siswa, baik kognitif, afektif, mapun psikomotorik.

Sekian dulu pembahasannya, wassalamu'alaikum.....

Kisah Inspiratif : Berat Segelas Air

Assalamu'alaikum....
Mayasa©. Pak Kasek saya pernah berkata bahwa Guru Idaman harus mampu memenuhi kriteria tertentu. Salah satu kriteria tersebut adalah Guru yang mampu mengispirasi baik melalui perilaku maupun melalui cerita atau kisah yang menginspirasi.

So saya mulai mencari dan mengumpulkan beberapa kisah yang ispiratif, harap
annya kisah-kisah tersebut dapat memotivasi kita semua dan dapat menjadi referensi untuk diceritakan pada siswa-siwsi kita.

Saat Stephen R. Covey mengajar tentang Manajemen Stress, dia bertanya kepada para peserta kuliah,

“Menurut anda, kira-kira berapa berat segelas air ini?” Jawaban para peserta sangat beragam, mulai dari 200 gram sampai 500 gram.

“Sesungguhnya yang menjadi masalah bukanlah berat absolutnya. Tetapi berapa lama anda memegangnya,” ungkap Covey.

“Jika saya memegangnya selama satu menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama satu jam, lengan kanan saya akan sakit. Jika saya memegangnya selama satu hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya,” lanjutnya.

“Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat. Jika kita membawa beban terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu terasa meningkat beratnya,” ungkap Covey.

”Yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut. Istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi. Kita harus meninggalkan beban kita, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sehari-hari, tinggalkan beban pekerjaan anda. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok,” lanjutnya.

“Apapun beban yang ada di pundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak. Setelah beristirahat, nanti dapat diambil lagi. Hidup ini sangat singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya. Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di dalam hati kita,” kata Covey.

Wassalamu'alaikum...

Monday, April 01, 2013

Pengertian dan Tujuan Penilaian

Assalamu'alaikum...
Mayasa©. Dalam proses belajar mengajar tentu tidak dapat lepas dari yang namanya Penilaian. Entah penilaian secara lisan, tertulis maupun perbuatan. Secara umum penilaian bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa.

Berkaitan dengan penilaian, beberapa waktu yang lalu, saat masih kuliah. Salah satu dosen meminta kami untuk membuat makalah berkenaan dengan penilian tersebut. Jadi kali ini akan saya uraikan sedikit tentang penilian berkenaan dengan pengertian maupun tujuan penilaian itu sendiri.

Kisah Inspiratif : Semut dan Lalat

Lalat dan Semut
Assalamu'alaikum......
Mayasa©. Seringkali kegagalan yang dialami seseorang dikarenakan orang tersebut kurang berusaha, atau kurang bersungguh-sungguh dalam berusaha. Namun tidak jarang kegagalan tersebut tetap dialami meskipun telah berusaha dengan bersungguh-sungguh dan tidak kenal lelah. Jadi apa kira-kira penyebab kegagalan tersebut?

Jawabannya akan saya berikan dalam bentuk ilustrasi berikut ini....

Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.

“Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar,” katanya. Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.

Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan. Esok paginya, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.

Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, “Ada apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?” 
“Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita.”

Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi, “Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?”

Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, “Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama.” 

Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius, “Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini.”

That's All..
Wassalamu'alaikum...

Note :
Saya yakin anda pernah atau bahkan sering membaca dan mendengar kisahikisah di blog ini, tapi percayalah tidak ada salahnya kita untuk terus memperbarui motivasi diri...