This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, July 12, 2012

Tidur Berlebihan Berbahaya bagi Kesehatan

Assalamu'alaikum...
oversleeping, bahaya tidur berlebihan
Oversleeping = Danger
Mayasa©. Tidur merupakan salah satu cara untuk menjaga kondisi tubuh. Dengan tidur maka tubuh mendapat kesempatan untuk beristirahat sehingga saat bangun kita akan mendapat kesegaran hingga mampu untuk beraktifitas kembali.
Namun terkadang kita mengalami saat-saat dimana kita sulit tidur. Sulit tidur atau insomnia memang tidak baik untuk kesehatan. Meskipun sudah kita upayakan untuk tidur namun ternyata kita masih sulit tidur sehingga kebugaran terganggu yang mengakibatkan kondisi tubuh menjadi kurang optimal untuk beraktifitas.
Tapi tahukah anda bahwa selain kurang tidur, ternyata kelebihan tidur, atau istilahnya oversleeping (disebut juga hipersomnia) juga tak baik untuk tubuh kita. Nah, apa saja penyebab seseorang terkena oversleeping serta bahaya dan cara mengatasi oversleeping tersebut?
Mari kita simak bersama..
Oversleeping atau hipersomnia dapat disebabkan oleh beberapa hal, baik yang berhubungan dengan kondisi fisik maupun bersifat psikologis. Hal-hal yang menyebabkan oversleeping diantaranya adalah :
  1. Sleep apnea.
    Jenis gangguan tidur di mana orang berhenti bernapas untuk sesaat ketika tidur dan dapat menyebabkan meningkatnya kebutuhan tidur karena membuat siklus tidur normal terganggu. Penderita akan merasa lelah dan lemas meski telah tidur selama 10 jam. Gangguan pernapasan mulai terjadi karena dinding tenggorokan cenderung berhenti beraktivitas, sementara individu sedang dalam kondisi bersantai (tidur). Akibatnya, aliran udara di dalam tubuh berhenti dan seketika individu tersebut terbangun untuk bernapas.
  2. Narcolepsy.
    Masalah neurologis yang menyebabkan tidur berlebihan. Narcolepsy memengaruhi bagian otak yang mengontrol dan mengatur tidur. Penderita (narcolepsy) gagal untuk mengidentifikasi dan membedakan waktu tidur dengan waktu untuk tetap terjaga. Penderita dapat tertidur di mana saja dan kapan saja.
  3. Stres dan depresi.
    Dua hal ini memang harus dihindari karena dapat menyebabkan banyak gangguan kesehatan jiwa, juga mental, tak terkecuali oversleeping.
  4. Kelelahan.
    Kelelahan akibat bekerja terlalu keras, gangguan tidur, kehamilan, atau kekurangan tidur merupakan salah satu penyebab utama oversleeping. Ketika merasa lelah, anda cenderung memutuskan tidur lebih lama, bahkan lebih dari sembilan jam, untuk mencoba agar segar kembali.
Lantas, apa dampak oversleeping bagi kesehatan?
  1. Diabetes.
    Penelitian menunjukkan, orang yang tidur lebih dari sembilan jam tiap malam berisiko 50 persen lebih besar terkena diabetes dibandingkan dengan mereka yang tidur tujuh jam per malam. Penelitian juga menemukan, oversleeping dapat mengindikasikan gangguan medis yang meningkatkan kemungkinan pengaruh diabetes.
  2. Obesitas.
    Penelitian menunjukkan, mereka yang tidur selama 9-10 jam tiap malam 21 persen lebih mungkin mengalami obesitas daripada mereka yang hanya tidur selama 7-8 jam.
  3. Sakit jantung.
    Sebuah penelitian menunjukkan, wanita yang tidur selama 9-11 jam tiap malam 38 persen lebih mungkin terkena penyakit jantung koroner.
  4. Sakit kepala.
    Para peneliti meyakini, sakit kepala bisa merupakan efek dari oversleeping. Mereka yang tidur terlalu lama pada siang hari sering mengalami gangguan ketika hendak tidur pada malam harinya sehingga menyebabkan timbulnya sakit kepala pada keesokan hari.
  5. Nyeri punggung.
    Ketika anda berbaring di tempat tidur selama berjam-jam, sering kali timbul nyeri pada punggung. Orang yang menderita sakit punggung atau rentan terhadap sakit punggung pun dianjurkan dokter untuk tetap aktif bergerak, tidak sering berbaring atau tiduran.
  6. Ini akibat paling parah: Kematian !!!
    Beberapa penelitian menemukan, orang yang tidur sembilan jam atau lebih tiap malam memiliki tingkat kematian lebih tinggi daripada mereka yang tidur tujuh hingga delapan jam per malam. Para peneliti berspekulasi, depresi dan rendahnya status sosial ekonomi (juga dikaitkan dengan tidur lebih lama) dapat dihubungkan dengan meningkatnya mortalitas (kematian).
Jadi, bagaimana cara mengatasi oversleeping?

Setelah kita tahu penyebab dan bahaya hipersomnia, selanjutnya adalah tips untuk mengatasinya. Ada beberapa tips yang dapat kita lakukan untuk mengatasi kelebihan tidur. Tips tersebut dapat manjur apabila kita memang mempunyai niat yang kuat iuntuk melawan oversleeping tersebut.

Nah tips tersebut adalah :
  1. Pilih nada atau suara alarm yang tepat. Memilih suara yang tepat penting artinya untuk mengembalikan anda ke realitas, bahkan dari tidur yang paling dalam.
  2. Jangan tergoda untuk tidur ringan atau snooze setelah terbangun. Hindarilah penggunaan tombol snooze pada alarm karena hanya akan mengacaukan jadwal alarm tidur anda.
  3. Pertahankan jadwal tidur secara teratur. Buatlah kebiasaan yang membuat tubuh teratur untuk beristirahat dan kembali siap untuk beraktivitas pada hari berikutnya. Rencanakan program aktivitas hingga larut hanya pada saat anda bebas dari tenggat pada keesokan harinya.
  4. Berkonsultasi dengan dokter. Temuilah dokter jika anda mengalami gejala oversleeping kronis. Hal itu penting untuk mengetahui gangguan atau penyakit yang menyebabkan anda mengalami oversleeping.
Bagaimanapun, semua tips di atas tidak akan berhasil bila anda tetap bertahan dengan satu-satunya penyebab, yaitu: Malas !!!
oversleeping, bahaya tidur berlebihan
Don't Oversleep to reach your dream
Jadi, kuatkan niat untuk melawan oversleeping dan berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk mengisi waktu yang ada. Agar kita tidak menjadi orang yang ngantukan dan tidur berlebihan.

FIGHTING \(^O*)/

Wassalamu'alaikum..
Sumber: zonapencarian

Wednesday, July 11, 2012

Read This One, IF YOU CAN

Assalamu'alaikum...
Mayasa©. Allah SWT telah menciptakan manusia sebagai makhluk yang sempurna. Hal ini tertuang dalam Al- Qur’an di Surah At-Tin ayat 4 

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya".

Apakah masih ada yang meragukan firman tersebut?

Jika ada maka saya tantang anda untuk membaca tulisan berikut ini. Ya, hanya membaca. Namun kemampuan anda membaca tulisan dibawah ini akan membuktikan kemampuan otak kita yang luar biasa sebagai salah satu bagian tubuh.
P354N 1N1 11131118UK71K4N 841-1W4 074K K174 8154 1113L4KUK4N 1-14L Y6 LU412 81454 1113N4KJU8K4N! P4D4 4W4LNY4 7312454 5UK412 74P1 5373L41-1 54111P41 D1841215 1N1 P1K1124N K174 8154 111311184C4NY4 53C4124 0701114715 74NP4 8312P1K112 841-1W4 K174 111311184C4 4N6K4. 84N664L41-1! K4123N4 1-14NY4 0124N6-0124N6 731273NTU Y4N6 8154 111311184C4 P35AN 1N1. PL3453 F012W412D 1F U C4N 1234D 71-115.111355463

Yak, itulah bukti bahwa kita diciptakan Alloh dengan sebaik-baik bentuk dan pasti dengan sebaik-baik kemampuan, tinggal kita mau mengembangkan atau tidak.

Wassalamu'alaikum...
Forward from here

Tuesday, July 10, 2012

Kancil dan Buaya

Assalamu'alaikum....
kancil dan buaya, kisah si kancil
Kancil dan Buaya
Mayasa©. Salah satu kegemaran saya saat kecil adalah mendengarkan dongeng. Dongeng tersebut biasanya diceritakan oleh nenek saya, misalnya kisah timun mas, rawa pening, atau fabel seperti cerita sikancil dengan siput, sikancil dengan harimau, atau sikancil dengan buaya.
Dengan mendengar dongeng tersebut akhirnya saya bisa berpikir untuk meniru/ tidak meniru sikap dan perilaku tokoh cerita tersebut, yang ternyata lebih efektif dibanding dengan saya dinasehati oleh orang lain.
Salah satu kisah yang masih saya ingat adalah kisah antara kancil dengan buaya. Dimana kancil yang ingin menyeberang sungai dengan cerdiknya mampu memperdaya sekumpulan buaya yang tinggal disungai tersebut.
Pengen tahu kisah selengkapnya?
Ini dia .....
Suatu hari Si Kancil, binatang yang terkenal cerdik itu, sedang berjalan-jalan di pinggir hutan. Dia hanya ingin mencari udara segar, melihat matahari yang cerah bersinar. Di dalam hutan terlalu gelap, karena pohon-pohon sangat lebat sehingga menghalangi sinar matahari sampai ke lantai hutan. Dia ingin berjemur di bawah terik matahari.
Di situ ada sungai besar yang airnya dalam sekali. Setelah sekian lama berjemur, Si Kancil merasa bahwa ada yang berbunyi di perutnya,..krucuk…krucuk…krucuk. Wah, rupanya perutnya sudah lapar. Dia membayangkan betapa enaknya kalau ada makanan kesukaannya, ketimun. Namun kebun ketimun ada di seberang sungai, bagaimana cara menyeberanginya ya? Dia berfikir sejenak.

Tiba-tiba dia meloncat kegirangan, dan berteriak: “Buaya….buaya…. ayo keluar….. Aku punya makanan untukmu…!!” Begitu teriak si Kancil kepada buaya-buaya yang tinggal di sungai itu.
Sekali lagi Kancil berteriak, “Buaya…buaya… ayo keluar… mau daging segar nggak?”
kancil dan buaya, kisah si kancil
Si Kancil
Tak lama kemudian, seekor buaya muncul dari dalam air, “Huaahhh… siapa yang teriak-teriak siang-siang begini.. mengganggu tidurku saja.”
“Hei Kancil, diam kau.. kalau tidak aku makan kamu nanti.” Kata buaya kedua yang muncul.
“Wah…. bagus kalian mau keluar, mana yang lain?” kata Kancil kemudian. 
“Kalau cuma dua ekor masih sisa banyak nanti makanan ini. Ayo keluar semuaaa…!” Kancil berteriak lagi.

“Ada apa sebenarnya cil, ayo cepat katakan !!!” kata buaya itu dengan geram.
“Begini, maaf kalau aku mengganggu tidurmu, tapi aku akan bagi-bagi daging segar buat buaya-buaya di sungai ini, makanya kalian harus keluar semua."

Mendengar bahwa mereka akan mendapat daging segar, buaya-buaya itu segera memanggil temannya untuk keluar semua. 
“Hei, teman-teman semua, mau makan gratis nggak? Ayo kita keluaaaar….!” teriak pemimpin buaya memberikan komando. 

Tak berapa lama, bermunculanlah sekelompok buaya dari dalam air.
“Nah, sekarang aku harus menghitung dulu ada berapa buaya yang datang, ayo kalian berbaris berjajar hingga ke tepi sungai di sebelah sana," kata Kancil.
“Nanti aku akan menghitung satu persatu.”

Tanpa berpikir panjang, buaya-buaya itu segera mengambil posisi, berbaris berjajar dari tepi sungai satu ke tepi sungai lainnya, sehingga berbentuk seperti jembatan.

“Oke, sekarang aku akan mulai menghitung,” kata Kancil yang segera melompat ke punggung buaya pertama, sambil berteriak, “Satu….. dua….. tiga…..” 
Begitu seterusnya sambil terus meloncat dari punggung buaya satu ke buaya lainnya. Hingga akhirnya dia sampai di seberang sungai. 

Hatinya tertawa, “Mudah sekali ternyata.”
Begitu sampai di seberang sungai, Kancil berkata pada buaya, “Hai buaya bodoh, sebetulnya tidak ada daging segar yang akan aku bagikan. Tidakkah kau lihat bahwa aku tidak membawa sepotong daging pun?” “Sebenarnya aku hanya ingin menyeberang sungai ini, dan aku butuh jembatan untuk lewat. Kalau begitu aku ucapkan terima kasih pada kalian, dan mohon maaf karena sudah mengerjai kalian,” kata Kancil.

“Ha!….huaahh… sialan… Kancil nakal, ternyata kita cuma dibohongi. Awas kamu ya.. kalau ketemu lagi saya makan kamu,” kata buaya-buaya itu dengan geram.
Si Kancil segera berlari menghilang di balik pohon, menuju kebun Pak Tani untuk mencari ketimun.

Bagaimana, cerdik bukan si Kancil itu. Sayang sekali kecerdikan si Kancil digunakan untuk sesuatu yang kurang baik yakni membohongi hewan lain. Jadi kita tidak boleh semena-mena dalam memperlakukan orang lain.

Wassalamu'alaikum...

Langkah Mudah Menyusun RPP

format rpp, menyusun rpp
Assalamu'alaikum...
Mayasa©.Setelah mengenal dan memahami komponen-komponen penyusun RPP, maka selanjutnya akan saya uraikan langkah-langkah dalam menyusun RPP yang baik. 
Langkah-langkah minimal dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dimulai dari mencantumkan Identitas RPP, Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian. Setiap komponen mempunyai arah pengembangan masing-masing, namun semua merupakan suatu kesatuan.

Adapun penjelasan dari penjabaran tiap-tiap komponen RPP adalah sebagai berikut.
A. Mencantumkan Identitas 
Identitas yang bdicantumkan dalam RPP terdiri dari: Nama sekolah, Mata Pelajaran, Kelas, Semester, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Alokasi Waktu.
Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
  1. RPP boleh disusun untuk satu Kompetensi Dasar.
  2. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus.
    (Standar kompetensi – Kompetensi Dasar – Indikator adalah suatu alur pikir yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan)
  3. Indikator merupakan:
    1. Ciri perilaku (bukti terukur) yang dapat memberikan gambaran bahwa peserta didik telah mencapai kompetensi dasar
    2. Penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
    3. Dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan potensi daerah.
    4. Perumusannya menggunakan kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.
    5. Digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.
  4. Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar, dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan (contoh: 2 x 45 menit). Karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada kompetensi dasarnya.
B. Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran merupakan Output (hasil langsung) dari satu paket kegiatan pembelajaran, jadi dapat dikatakan bahwa tujuan pembelajaran adalah hasil yang dicapai siswa setelah melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Misalnya:
Kegiatan pembelajaran: ”Mendapat informasi tentang sistem peredaran darah pada manusia”.
Tujuan pembelajaran, boleh salah satu atau keseluruhan tujuan pembelajaran, misalnya siswa dapat:
  1. Mendeskripsikan mekanisme peredaran darah pada manusia.
  2. Menyebutkan bagian-bagian jantung.
  3. Merespon dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman sekelasnya.
  4. Mengulang kembali informasi tentang peredaran darah yang telah disampaikan oleh guru.
Bila pembelajaran dilakukan lebih dari 1 (satu) pertemuan, ada baiknya tujuan pembelajaran juga dibedakan menurut waktu pertemuan, sehingga tiap pertemuan dapat memberikan hasil.

C. Menetukan Materi Pembelajaran
Untuk memudahkan dalam menetapkan materi pembelajaran, kita dapat mengacu indikator yang telah dibuat.
Contoh:
  1. Indikator:
    Peserta didik dapat menyebutkan ciri-ciri kehidupan.
  2. Materi pembelajaran:
    Ciri-Ciri Kehidupan:
    Nutrisi, bergerak, bereproduksi, transportasi, regulasi, iritabilitas, bernapas, dan ekskresi.
D. Menentukan Metode Pembelajaran
Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih.
Karena itu pada bagian ini cantumkan pendekatan pembelajaran dan metode yang diintegrasikan dalam satu kegiatan pembelajaran peserta didik:
  1. Pendekatan pembelajaran yang digunakan,
    misalnya: pendekatan proses, kontekstual, pembelajaran langsung, pemecahan masalah, dan sebagainya.
  2. Metode-metode yang digunakan,
    misalnya: ceramah, inkuiri, observasi, tanya jawab, e-learning dan sebagainya.
E. Menetapkan Kegiatan Pembelajaran
  1. Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
    Langkah-langkah minimal yang harus dipenuhi pada setiap unsur kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut:
    1. Kegiatan Pendahuluan
      1. Orientasi:
        memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan dibelajarkan, dengan cara menunjukkan benda yang menarik, memberikan illustrasi, membaca berita di surat kabar, menampilkan slide animasi dan sebagainya.
      2. Apersepsi:
        memberikan persepsi awal kepada peserta didik tentang materi yang akan diajarkan.
      3. Motivasi:
        Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari gempa bumi, bidang-bidang pekerjaan berkaitan dengan gempa bumi, dsb.
      4. Pemberian Acuan:
        biasanya berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari. Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar.
      5. Pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran).
    2. Kegiatan Inti
      Berisi langkah-langkah sistematis yang dilalui peserta didik untuk dapat mengkonstruksi ilmu sesuai dengan skemata (frame work) masing-masing. Langkah-langkah tersebut disusun sedemikian rupa agar peserta didik dapat menunjukkan perubahan perilaku sebagaimana dituangkan pada tujuan pembelajaran dan indikator.
      Untuk memudahkan, biasanya kegiatan inti dilengkapi dengan Lembaran Kerja Siswa (LKS), baik yang berjenis cetak atau noncetak. Khusus untuk pembelajaran berbasis ICT yang online dengan koneksi internet, langkah-langkah kerja peserta didik harus dirumuskan detil mengenai waktu akses dan alamat website yang jelas. Termasuk alternatif yang harus ditempuh jika koneksi mengalami kegagalan.
    3. Kegiatan penutup
      1. Guru mengarahkan peserta didik untuk membuat rangkuman/simpulan.
      2. Guru memeriksa hasil belajar peserta didik.
        Dapat dengan memberikan tes tertulis atau tes lisan atau meminta peserta didik untuk mengulang kembali simpulan yang telah disusun atau dalam bentuk tanya jawab dengan mengambil ± 25% peserta didik sebagai sampelnya.
      3. Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar kelas, di rumah atau tugas sebagai bagian remidi/pengayaan.
  2. Langkah-langkah pembelajaran dimungkinkan disusun dalam bentuk seluruh rangkaian kegiatan, sesuai dengan karakteristik model pembelajaran yang dipilih, menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Oleh karena itu, kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan.
F. Memilih Sumber Belajar
Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional, dan bisa langsung dinyatakan bahan ajar apa yang digunakan. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referensi, dalam RPP harus dicantumkan bahan ajar yang sebenarnya.
Jika menggunakan buku, maka harus ditulis judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu.
Jika menggunakan bahan ajar berbasis ICT, maka harus ditulis nama file, folder penyimpanan, dan bagian atau link file yang digunakan, atau alamat website yang digunakan sebagai acuan pembelajaran.

G. Menentukan Penilaian
Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai. Apakah tes dilakukan secara tertulis atau lisan, berupa soal essay atau pilihan ganda dan sebagainya. Penentuan penilaian sangat penting untuk melihat tingkat penguasaan materi pembelajaran oleh siswa.

Sebenarnya menyusun RPP tidaklah terlalu sukar, namun yang sering dikeluhkan oleh guru adalah waktu yang diperlukan untuk menyusun RPP tersebut sehingga sangat tepat bila RPP disusun secara kolektif oleh kelompok guru yang bersangkutan tentu dengan bimbingan dan arahan dari pihak terkait. Dengan demikian maka relevanitas RPP dengan perkembangan jaman dan kekhasan suatu daerah dapat terjaga.
Wassalamu'alaikum...