This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, April 04, 2012

Model Pembelajaran Pictorial Riddle

Assalamu'alaikum...

Teka-teki bergambar
Mayasa©. Alhamdulillah masih bisa update blog lagi. Kembali saya akan mempost mengenai model pembelajaran. Kali ini model pembelajaran yang akan saya ulas disini adalah model pembelajaran Pictorial Riddle atau teka-teki gambar. Model Pictorial Riddle termasuk dalam kelompok model Inquiry. Model pembelajaran Pictorial Riddle dan model pembelajaran Problem Based Learning Based Internet merupakan model pembelajaran yang diterapkan Nur'aini saat menyusun skripsinya. Skripsi tersebut disusun dengan membandingkan dua model pembelajaran terhadap hasil belajar siswa sehingga akhirnya akan diketahui manakah dari kedua model pembelajaran tersebut yang lebih efektif untuk dilaksanakan. 
Nah silahkan anda simak kajian teori mengenai Model pembelajaran Pictorial Riddle yang saya kutip dari uraian Nur'aini berikut ini...
Sebelum kita membahas model pembelajaran Pictorial Riddle, lebih dulu marilah kita pahami apa saja yang termasuk kelompok model pembelajaran Inquiry. Moh. Amin (dalam Sudirman N, 1992) menguraikan tentang tujuh jenis model pembelajaran inquiry-discovery sebagai berikut :
  1. Guided Discovery-Inquiry Lab. Lesson
    Sebagian perencanaan dibuat oleh guru. Selain itu guru menyediakan kesempatan bimbingan atau petunjuk yang cukup luas kepada siswa. Dalam hal ini siswa tidak merumuskan problema, sementara petunjuk yang cukup luas tentang bagaimana menyusun dan mencatat diberikan oleh guru.
  2. Modified Discovery-Inquiry Guru hanya memberikan problema saja. Biasanya disediakan pula bahan atau alat-alat yang diperlukan, kemudian siswa diundang untuk memecahkannya melalui pengamatan, eksplorasi dan atau melalui prosedur penelitian untuk memperoleh jawabannya. Pemecahan masalah dilakukan atas inisiatif dan caranya sendiri secara berkelompok atau perseorangan. Guru berperan sebagai pendorong, nara sumber, dan memberikan bantuan yang diperlukan untuk menjamin kelancaran proses belajar siswa.
  3. Free Inquiry
    Kegiatan free inquiry dilakukan setelah siswa mempelajarai dan mengerti bagaimana memecahkan suatu problema dan telah memperoleh pengetahuan cukup tentang bidang studi tertentu serta telah melakukan modified discovery-inquiry. Dalam metode ini siswa harus mengidentifikasi dan merumuskan macam problema yang akan dipelajari atau dipecahkan.
  4. Invitation Into Inquiry
    Siswa dilibatkan dalam proses pemecahan problema sebagaimana cara-cara yang lazim diikuti scientist. Suatu undangan (invitation) memberikan suatu problema kepada siswa, dan melalui pertanyaan masalah yang telah direncanakan dengan hati-hati mengundang siswa untuk melakukan beberapa kegiatan atau kalau mungkin, semua kegiatan sebagai berikut : merancang eksperimen, merumuskan hipotesis, menetapkan kontrol, menentukan sebab akibat, menginterpretasi datadan membuat grafik
  5. Inquiry Role Approach
    Inquiry Role Approach merupakan kegiatan proses belajar yang melibatkan siswa dalam tim-tim yang masing-masing terdiri tas empat anggota untuk memecahkan invitation into inquiry. Masing-masing anggota tim diberi tugas suatu peranan yang berbeda-beda sebagai berikut : koodinator tim, penasihat teknis, pencatat data dan evaluator proses
  6. Pictorial Riddle
    Pendekatan dengan menggunakan Pictorial Riddle adalah salah satu teknik atau metode untuk mengembangkan motivasi dan minat siswa di dalam diskusi kelompok kecil maupun besar. Gambar atau peragaan, peragaan, atau situasi yang sesungguhnya dapat digunakan untuk meningkatkan cara berfikir kritis dan kreatif siswa. Suatu ridlle biasanya berupa gambar di papan tulis, papan poster, atau diproyeksikan dari suatu trasparansi, kemudian guru mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan ridlle itu.
  7. Synectics Lesson
    Pada dasarnya syntetics memusatkan pada keterlibatan siswa untyuk membuat berbagai macam bentuk metafora (kiasan) supaya dapat membuka intelegensinya dan mengembangkan kreativitasnya. Hal ini dapat dilaksankan karena metafora dapat membantu dalam melepaskan “ikatan struktur mental” yang melekat kuat dalam memandang suatu problema sehingga dapat menunjang timbulnya ide-ide kreatif.
Setelah kita ketahui apa saja jenis-jenis model pembelajaran Inquiry, sekarang akan saya uraikan pengertian, langkah-langkah serta kelebihan dan kekurangan model pembelajaran Pictorial Riddle.

A. Pengertian
Model Pictorial Riddle adalah suatu model pembelajaran untuk mengembangkan motivasi dan minat siswa dalam diskusi kelompok kecil maupun besar melalui suatu riddle bergambar di papan tulis, papan poster atau diproyeksikan dari suatu transparasi, kemudian guru mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan riddle tersebut. (http://wwwpojokfisikauniflor.blogspot.com/2011/02/pendekatan-inkuiri-dalam-pembelajaran.html).

B. Langkah-langkah
Langkah-langkah model pembelajaran Pictorial Riddle dapat dirinci sebagai berikut:
  1. Siswa disajikan permasalahan yang gambar peristiwa yang menimbulkan teka-teki.
  2. Siswa mengidentifikasi masalah secara berkelompok dari permasalahan yang diberikan.
  3. Siswa melakukan pengamatan berdasarkan riddle bergambar yang mengandung permasalahan.
  4. Siswa merumuskan penjelasan melalui diskusi
  5. Siswa mengadakan analisis inkuiri melalui tanya jawab (Samsudin, 2011: 10).

C. Kelebihan dan Kekurangan
Seperti halnya model pembelajaran yang lain, model pembelajaran Pictorial Riddle juga mempunyai kelebihan maupun kekurangan. Adapun kelebihan model pembelajaran Pictorial Riddle, antara lain:
  1. Siswa lebih memahami konsep-konsep dasar dan dapat mendorong siswa untuk mengeluarkan ide-idenya.
  2. Melalui teka-teki bergambar, materi yang diberikan dapat lebih lama terekam dalam ingatan siswa.
  3. Mendorong siswa untuk berpikir kritis sehingga siswa mampu mengeluarkan inisiatifnya sendiri.
  4. Mendorong siswa untuk dapat berpikir intuitif dan merumuskan hipotesisnya sendiri.
  5. Meningkatkan motivasi belajar siswa.
  6. Siswa tidak hanya belajar tentang konsep-konsep dan prinsip- prinsip, tetapi ia juga mengalami proses belajar tentang pengarahan diri sendiri, tanggung jawab, komunikasi sosial.
  7. Dapat membentuk dan mengembangkan self-concept pada diri siswa.
  8. Dapat memperkaya dan memperdalam materi yang dipelajari sehingga materi dapat bertahan lama di dalam ingatan.
 Adapun kekurangan model pembelajaran Pictorial Riddle, antara lain:
  1. Siswa yang terbiasa belajar dengan hanya menerima informasi dari guru akan kesulitan jika dituntut untuk berpikir sendiri.
  2. Guru dituntut mengubah kebiasaan mengajarnya yang mulanya sebagai pemberi atau penyaji informasi menjadi sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing siswa dalam belajar.
  3. Banyaknya kebebasan yang diberikan siswa dalam belajar tidak menjamin bahwa siswa belajar dengan tekun, penuh aktivitas, dan terarah.
  4. Berbagai sumber belajar dan fasilitas yang dibutuhkan tidak selalu mudah disediakan.
  5. Siswa membutuhkan lebih banyak bimbingan guru untuk melakukan penyelidikan atau pun aktivitas belajar lain.
  6. Penggunaan model pembelajaran ini pada kelas besar serta jumlah guru yang terbatas membuat tidak optimalnya pembelajaran.
  7. Pemecahan masalah dapat bersifat mekanistis, formalitas, dan membosankan (http://wwwpojokfisikauniflor.blogspot.com/2011/02/pendekatan-inkuiri-dalam-pembelajaran.html).
Dari uraian tersebut dapat dipahami bahwa kelebihan model pembelajaran Pictorial Riddle adalah dapat merangsang siswa untuk berfikir lebih kritis terhadap permasalahan yang disajikan dalam bentuk teka-teki bergambar. Hal tersebut karena teka-teki bergambar dapat menggugah keingintahuan siswa terhadap permasalahan yang dihadirkan, sehingga siswa terdorong untuk lebih dalam lagi mempelajari permasalahan tersebut. Sedangkan kekurangan model pembelajaran Pictorial Riddle adalah sulitnya pengkondisian kelas yang nantinya guru lakukan dikarenakan dalam model pembelajaran ini siswa mempunyai kebebasan yang lebih banyak untuk melakukan aktivitas di dalam kelompoknya.

Itulah sedikit uraian mengenai model pembelajaran Pictorial Riddle yang mungkin terlihat sederhana dan menggunakan media pembelajaran yang murah meriah juga, namun tentunya model tersebut dapat memfasilitasi siswa untuk mengembangkan kreatifitas dan inisiatifnya dalam menyelesaikan masalah.
Nah bagaimana bapak ibu guru (dan calon guru) semua, tertarik untuk menerapkan model pembelajaran Pictorial Riddle dikelas?

Good luck N' Wassalamu'alaikum...
SOURCE :
  • Sudirman, N. 1992. Ilmu Pendidikan. Bandung : Rosdakarya.
  • Samsudin, Achmad. 2011. Slide Presentasi Jurusan Fisika FPMIPA UPI Belajar dan Pembelajaran Fisika. Bandung: tidak diterbitkan.
  • Fisika Uniflor. 2011. “Pendekatan Inkuiri Dalam Pembelajaran SAINS”. http://wwwpojokfisikauniflor.blogspot.com/2011/02/pendekatan-inkuiri-dalam-pembelajaran.html (diakses tanggal 2 November 2011 pukul 10.18).

Tuesday, April 03, 2012

MAYASA™

Assalamu'alaikum...

Bergaya didepan Polsek Bayat (Samping SLB)
Mayasa©. Jika anda lihat disini saya telah menulis bahwa blog ini dibuat untuk didedikasikan bagi MAYASA™. Namun sepertinya saya belum sempat pernah mempost tentang MAYASA™. Oleh karena itu pada postingan kali ini saya ingin memperkenalkan MAYASA™ kepada anda sekalian, dan mengapa saya dedikasikan blog ini bagi MAYASA™.

Modifikasi Anak Bangsa

Assalamu'alaikum...

Mayasa©. Yups kembali lagi dalam artikel modifikasi. Perkembangan modifikasi memang luarbiasa. Setiap saat muncul aliran dan jenis modifikasi yang pastinya selalu menghadirkan hiburan tersendiri bagi para penikmat modifikasi seperti saya. 
Yups, saya memang seorang penikmat modifikasi. Dan sekarang saya sedang mengerjakan motor yang telah lama nanggur. Doakan biar segera selesai yak. Aamiin...

Back to the topic ...

Yang patut dibanggakan dari trend modifikasi kita adalah semakin berkembangnya kreatifitas dari para pelakunya (modifikator) mulai dari konsep yang ditawarkan sampai pengadaan part/ komponen yang tidak jarang dibuat secara eksklusif sehingga menaikkan kepuasaan penggunanya.
Berikut ini akan saya tampilkan hasil modifikasi para modifikator kita yang keren seperti moge asli pabrikan meskipun part pendukungnya tidak selalu part orisinal untuk moge-moge tersebut, bahkan part dari motor bebek yang nota bene sangat jauh dari image sport namun maksimal mendukung konsep modifikasi yang telah ditentukan.
Ini buktinya.... 

Klik untuk memperbesar gambar




Itulah sedikit contoh karya modifikator tanah air yang luar biasa meskipun hanya mengandalkan part custom atau part motor dari merek lain, yang menunjukkan betapa kreatifnya modifikator kita.

MAJU TERUS MODIFIKASI INDONESIA..
INDONESIA KREATIF, INDONESIA SEJAHTERA.

Semoga bermanfaat.
Wassalamu'alaikum....
Gambar dari berbagai sumber ...

Sunday, April 01, 2012

Media Pembelajaran SEQIP

Assalamu'alaikum..
KIT IPA
Mayasa©. Alhamdulilah masih bisa mengupdate blog ini. Seperti biasa saya ingin menampilkan materi yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar. Jika pada postingan yang lalu saya lebih banyak menyinggung mengenai metode atau model pembelajaran, maka kali ini saya akan membahas mengenai media pembelajaran, khususnya media SEQIP. 
Materi mengenai media SEQIP saya dapatkan dari Arifin, karena penelitian yang dilakukannya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep dengan media SEQIP. 

Apa itu media SEQIP, bagaimana pengaplikasiannya dalam pembelajaran akan saya kupas disini. Jadi silahkan anda simak...
  1. Pengertian Media
  2. Menurut Husein Ahmad (1981:102) media pendidikan pengertiannya identik dengan keperagaan. Pengertian keperagaan berasal dari kata “raga” yang berarti suatu benda yang dapat diraba, dilihat, didengar dan yang dapat diamati melalui inderakita. Menurut Umar H. Malik (1994:6), media pembelajaran adalah “Alat, metode, teknik yang dipergunakan dalam rangka mengefektifkan interaksi dan komunikasi antar guru dengan siswa dan proses pembelajaran di sekolah. Selanjutnya ditegaskan oleh Purnamawati dan Eldarni (2001 : 4, dalam http://media-grafika.com/pengertian-media-pembelajaran) yaitu “media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar”. Sedangkan pengertian media menurut Djamarah (1995 : 136, dalam http://media-grafika.com/pengertian-media-pembelajaran) adalah “media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai Tujuan pembelajaran”. Penggolongan media pembelajaran menurut Gerlach dan Ely yang dikutip oleh Rohani ( 1997 : 16 , dalam http://media-grafika.com/pengertian-media-pembelajaran) yaitu :
    Penggunaan media sangat membantu siswa
    1. Gambar diam, baik dalam bentuk teks, bulletin, papan display, slide, film strip, atau overhead proyektor.
    2. Gambar gerak, baik hitam putih, berwarna, baik yang bersuara maupun yang tidak bersuara.
    3. Rekaman bersuara baik dalam kaset maupun piringan hitam.
    4. Televisi
    5. Benda – benda hidup, simulasi maupun model.
    6. Instruksional berprograma ataupun CAI (Computer Assisten Instruction).
    Dari uraian di atas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa media pembelajaran adalah bentuk, alat, yang dipergunakan dalam rangka mengefektifkan interaksi dan komunikasi antar guru dengan siswa dalam pelajaran di sekolah. Misalnya: gambar, KIT, radio, majalah, televisi, video, dan koran.

  3. Pengertian SEQIP (Science Education Quality Improvement Project)
  4. SEQIP (Science Education Quality Improvement Project) atau proyek peningkatan mutu pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam di sekolah dasar dengan menekankan penggunakan strategi dan metode- metode pembelajaran interaktif dengan berbagai sumber belajar. Media SEQIP membantu guru IPA agar dapat mempersiapkan pembelajaran dengan lebih mudah dan lebih tepat serta dapat melaksanakan secara optimal sehingga tercipta suatu situasi pembelajaran IPA yang menyenangkan, aktif, kreatif dan efektif. Sistem peralatan pembelajaran SEQIP dirancang untuk sekolah dasar dan terdiri dari tiga bagian (team konsultan SEQIP :15):
    1. Kit Murid (KM)
      1. Pengertian KIT Murid
        Kit murid adalah alat peraga untuk percobaan yang dilaksanakan oleh siswa sendiri dalam kelompok-kelompok kecil. Tujuan dari SEQIP adalah memungkinkan percobaan dan kegiatan siswa yang mendukung pembelajaran yang berpusat pada siswa mendukung pembelajaran yang berpusat pada siswa.
      2. Alat yang digunakan adalah KIT listrik yang berisi:
        1. Batu batere
        2. Pemegang batere
        3. Kabel hitam dan merah
        4. Konektor
        5. Saklar
        6. Pemegang lampu
        7. Lampu
      3. Cara penggunaan KIT listrik
        1. Pada rangkaian Seri
          Urutan penggunaan dan perakitan KIT Listrik untuk rangkaian seri adalah sebagai berikut:
          • Pasang pemegang batere ke pasak penghubung pada papan dasar
          • Pasang pemegang bola lampu yang sudah berisi lampu ke sisi kiri papan dasar.
          • Pasang pemegang bola lampu yang sudah berisi lampu ke sisi kanan papan dasar.
          • Pasang kabel konektor untuk menghubungkan kedua lampu tersebut dengan menggunakan kabel berwarna merah,
          • Pasang saklar pada katup positif batere ( di sisi kanan ),
          • Hubungkan antara lampu dengan saklar dan antara saklar dengan batere katup positif dengan menggunakan kabel berwarna merah
          • Hubungkan lampu (di sisi kiri ) dengen katup negative pada batere dengan menggunakan kabel berwarna hitam
        2. Pada rangkaian paralel
          Urutan penggunaan dan perakitan KIT Listrik untuk rangkaian paralel adalah sebagai berikut:
          • Pasang pemegang batere ke pasak penghubung pada papan dasar
          • Pasang pemegang bola lampu yang sudah berisi lampu ke sisi kiri papan dasar ( Lampu A ).
          • Pasang pemegang bola lampu yang sudah berisi lampu ke sisi kanan papan dasar ( LAmpu B ).
          • Pasang dua buah saklar pada katup positif batere yang dihubungkan pada lampu A dan lampu B
          • Hubungkan antara lampu dengan saklar dan antara saklar dengan batere katup positif dengan menggunakan kabel berwarna merah
          • Hubungkan lampu dengen katup negative pada batere dengan menggunakan kabel berwarna hitam
      4. Pelaksanaan dalam kelas
        Pelaksanaan di kelas dilaksanakan secara kelompok, siswa diminta untuk merangkai rangkaian seri dan paralel, kemudian melakukan percobaan dan pangamatan sebagai berikut :
        1. Pada rangkaian seri 
          • Amatilah lampu tersebut, jika saklar dihubungkan, lampu manakah yang akan menyala?
          • Jika saklar tersebut diputus, lampu manakah yang akan padam.
          • Jika salah satu lampu diambil, bagaimana reaksi pada lampu yang lain?
        2. Pada rangkaian paralel
          • Amatilah lampu tersebut, jika saklar A dihubungkan, lampu manakah yang akan menyala?
          • Jika saklar A tersebut diputus, lampu manakah yang akan padam.
          • Jika salah satu lampu diambil, bagaimana reaksi pada lampu yang lain?
    2. Kit Guru (KG)
      1. Pengertian KIT Guru
        Kit guru adalah alat peragaan yang digunakan oleh guru dalam peragaan.Tujuan dari KIT guru adalah untuk mempermudah guru dalam menyampaikan materi, sehingga materi yang disampaikaan akan kelihatan kontekstual.
        Rencana pelaksanaan penggunaan KIT Guru dilaksanakan pada siklus pertama pertemuan 1 dan 2.
      2. Alat yang digunakan adalah SEQIP Kit IPA yang terdiri dari :
        1. Papan peragaan
        2. Batu batrei
        3. Pemegang batere
        4. Kabel hitam dan merah
        5. Konektor
        6. Saklar
        7. Pemegang lampu
        8. Lampu
    3. Buku panduan
      Adalah buku petunjuk perakitan untuk percobaan-percobaan yang dirakit sendiri (Buku Percobaan IPA) dengan menggunakan barang atau bahan yang ditemukan dilingkungan tempat tinggal siswa atau yang berada dalam KIT tersebut, buku pedoman terdiri dari :
      1. Buku IPA Guru
      2. Buku percobaan IPA untuk murid SD
      3. Buku petunjuk  perakitan, pemeliharaan dan perbaikan
Demikianlah ulasan mengenai media SEQIP dalam pembelajaran IPA yang digunakan oleh Arifin dalam penelitiannya. Tentunya penggunaan media yang sesuai sangat penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, karena dengan media siswa dapat terfasilitasi untuk lebih memahami materi yang dipelajari.
Jadi, sebaiknya guru senantiasa menggunakan media pembelajaran dalam setiap kegiatan belajar mengajar. 
Semoga bermanfaat dan wassalamu'alaikum...